6 Oktober 2026 — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat. Kunjungan tersebut menjadi momentum pertukaran informasi dan pengalaman terkait strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya melalui berbagai inovasi dalam pengelolaan pajak daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat menggali sejumlah inovasi yang telah dikembangkan Bapenda Kabupaten Garut, di antaranya Sapada, UAS, serta sistem split payment.

Berbagai inovasi tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari rombongan Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat. Bahkan, inovasi yang telah diterapkan Bapenda Garut dinilai dapat menjadi referensi untuk dikembangkan dan diimplementasikan di wilayah Bandung Barat guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mendongkrak PAD.

Kepala Bapenda Kabupaten Garut, Ridzky Rizuhdin, S.H., M.Ak., menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk saling mempelajari inovasi dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan pajak daerah.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah sistem split payment. Ridzky menjelaskan, sistem tersebut dirancang agar bagian pajak dari transaksi dapat langsung masuk ke kas daerah ketika pembayaran dilakukan oleh konsumen.

Menurutnya, mekanisme tersebut berbeda dengan pola sebelumnya yang masih mengandalkan perangkat seperti tapping box maupun tax surveillance system.

«“Di beberapa titik, ini modelnya bukan lagi menggunakan tapping box, bukan lagi menggunakan tax surveillance system. Jadi betul-betul ketika pembayaran dari konsumen, split langsung, 10 persen masuk kas daerah, jadi tidak ada lagi pengendapan dana di para pengusaha,” ujar Ridzky.»

Ridzky mengatakan, penerapan sistem split payment tersebut masih dalam tahap uji coba. Bapenda Garut akan melakukan evaluasi untuk memastikan sistem dapat berjalan secara optimal, baik dari sisi jaringan maupun kemampuan pengguna dalam mengoperasikan sistem.

“Baru hari ini. Kita lihat nanti selama seminggu atau dua minggu, apakah ada trouble atau tidak, misalnya kendala jaringan. Karena otomatis kalau jaringannya tidak stabil, secara teknis pasti terganggu,” katanya.

Selain aspek teknis, Bapenda Garut juga akan mengevaluasi proses penginputan dan pengoperasian sistem oleh para pengguna. Menurut Ridzky, hal tersebut penting agar inovasi yang diterapkan tidak hanya berjalan secara sistem, tetapi juga dapat digunakan secara benar dan konsisten oleh wajib pajak.

“Yang kedua, kita akan melihat apakah dalam proses penginputan ataupun pengoperasian sistem ini mereka juga masih perlu pembelajaran. Itu yang kita lihat. Tapi intinya, kalau bisa dipraktikkan secara menyeluruh, wah, hebat,” ungkapnya.

Tantangan Membangun Kepatuhan Wajib Pajak